PERANCANGAN INTERIOR FASILITAS PERMAINAN & DONGENG TRADISIONAL UNTUK ANAK-ANAK DI KOTA DENPASAR

  • I Putu Adisutanaya Wikanjana Desain Interior
  • I Wayan Yogik Adnyana Putra Institut Desain & Bisnis Bali
  • Ni Made Sri Wahyuni Trisna Institut Desain & Bisnis Bali
Keywords: era digital, permainan & dongeng tradisional, fasilitas

Abstract

Perkembangan jaman yang sangat pesat membuat era digital berkembang sangat cepat. Perubahan pola pikir masyarakat membuat tradisionalitas mulai dilupakan dan ditinggalkan. Hal ini menyebabkan generasi muda, khususnya anak-anak kurang mengenal permainan dan dongeng tradisional. Permainan dan dongeng tradisional harus diperkenalkan kepada anak-anak karena kedua hal tersebut mengajarkan nilai-nilai moral dan kebersamaan sehingga nantinya dapat tetap dinikmati oleh generasi selanjutnya. Namun karena permainan di dalam gadget yang lebih menarik dan bervariasi, anak-anak enggan untuk bermain di luar rumah. Penggunaan gadget berlebih berdampak negatif pada anak-anak berupa degenerasi moral, adiksi dan hambatan perkembangan. Di Indonesia, khususnya di Bali memiliki beberapa permainan dan dongeng tradisional, namun kurangnya fasilitas yang menunjang menyebabkan banyak anak-anak yang tidak mengenal permainan dan dongeng tradisional daerah Bali. Oleh karena itu untuk menunjang kenyamanan anak-anak untuk bermain dan membaca maka dibutuhkan sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan permainan dan dongeng tradisional dalam interior bangunan. Pada perancangan ini disediakan fasilitas sesuai kebutuhan mengenai permainan dan dongeng tradisional dengan mengangkat tema Natural dan konsep Rainbow yang nantinya akan diterapkan pada interior maupun fasad bangunan. Maka diharapkan dengan perancangan dan tema konsep yang diambil mampu mewadahi atau memfasilitasi kebutuhan mengenai permainan dan dongeng anak tradisional Bali.

Published
2020-10-28
How to Cite
Wikanjana, I. P., Putra, I. W. Y. A., & Trisna, N. M. S. W. (2020). PERANCANGAN INTERIOR FASILITAS PERMAINAN & DONGENG TRADISIONAL UNTUK ANAK-ANAK DI KOTA DENPASAR. Jurnal Patra, 2(2), 11-19. https://doi.org/10.35886/patra.v2i2.119