FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH TRADISIONAL DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN

  • Anak Agung Ngurah Aritama Universitas Udayana
Keywords: Kenyamanan Termal, Rumah Tradisional, Desa Tenganan Pegringsingan

Abstract

Dewasa ini, arsitektur memiliki tuntutan lain dalam mengakomodasi kebutuhan dan kegiatan manusia yaitu berkaitan dengan aspek kenyamanan ruang. Karena tidak didesain oleh arsitek sebagai perancang profesional, pengamatan pada rumah tradisional ini menjadi menarik terutama berkaitan dengan perspektif pengguna terhadap bangunan yang telah diwariskan turun menurun. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal ruang dan bangunan yang ada pada rumah tradisional di Desa Tenganan Pegringsingan serta faktor yang berpengaruh pada kenyamanan termal rumah tradisional tersebut. Penelitian ini memakai mix method dengan analisis data menggunakan simulasi Building Performance System. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal suatu ruang yaitu faktor iklim/klimatik dan faktor parameter manusia/persepsi. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kenyamanan termal adalah suhu, kelembapan, kecepatan angin dan intensitas pencahayaan. Sistem konstruksi dan material alam juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kenyamanan termal suatu rumah tradisional.

References

[1] I. D. Rowland and T. N. Howe, Ten Books on Architecture, Cambridge: Cambridge University Press, 2001.
[2] B. Talarosha, "Menciptakan Kenyamanan Termal dalam Bangunan," Jurnal Sistem Teknik Industri 6(3). 2005.
[3] S. Szokolay and O. Koenigsberger, Manual of Tropical Housing and Building, Bombay: Orient Langnam, 1973.
[4] I. W. Runa, Arsitektur Publik Bali kuno & Sistem Spasial Desa Pegunungan, Badung: Udayana University Press, 2018.
[5] A. S. Munawaroh and R. Elbes, "Penilaian kenyamanan termal pada bangunan perpustakaan Universitas Bandar Lampung," ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur 4(1), pp. 85-98. 2019.
[6] G. Havenith et al., "A database of static clothing thermal insulation and vapor permeability values of non-Western ensembles for use in ASHRAE Standard 55, ISO 7730, and ISO 9920," Ashrae Trans 121(1), pp. 197-215. 2015.
[7] P. S. Adilline, "Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kuliah IKIP PGRI Wates Kulon Progo DIY," Inersia: Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur 17(2), pp. 165-174. 2021.
[8] K. S. Ong, "Temperature reduction in attic and ceiling via insulation of several passive roof designs," Energy Conversion Management 52(6), pp. 2405-2411. 2011.
[9] S. Latif et al., "Identifikasi Kenyamanan Termal Rumah Tradisional Bugis di Iklim Tropis," Jurnal Tesa Arsitektur 17(1). 2019.
[10] I. P. G. Suyoga and N. K. A. Juliasih, "Ideologi Ekologi dalam Tekanan Ideologi Pasar pada Konstruksi Arsitektur Tradisional Bali," Jurnal Patra, vol. 1 No.1, pp. 59-67. 2019.
[11] A. A. N. Aritama et al., "Identification of Green Architectural Characteristics of Tenganan Pegringsingan Village, Karangasem, Bali," ASTONJADRO: CEAESJ, vol. 11 issue 2, pp. 458-467. 2022.
Published
2023-05-02
How to Cite
Ngurah Aritama, A. A. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH TRADISIONAL DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN. Jurnal PATRA, 5(1), 28-36. https://doi.org/10.35886/patra.v5i1.461