PENDEKATAN KONSEP THIRD PLACE PADA DESAIN RUANG PUBLIK TAMAN SUWAWA, GORONTALO

Authors

  • Ratna Dwi Maksum University Of Gorontalo
  • Fendy Faizal Gobel Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Gorontalo
  • Akbar Gufron Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.35886/patra.v5i2.541

Keywords:

Third Place, Third Space, Public Space, City Park, Ruang Ketiga, Ruang Publik, Taman Kota

Abstract

Abstract

This study aims to recommend design guideline for optimizing the Suwawa Park area using a third place concept approach with descriptive qualitative research methods. Low interest in using public space because the space does not attract visitors and the facilities are unable to accommodate community social activities. The results of research on Suwawa Park indicate that the current facilities are not able to accommodate community social activities, so that its use by the community is very less besides that the existence of street vendors in the front area of ​​the park has a negative impact. In the design guideline Suwawa Park uses eight principles derived from the third place concept; The status of all visitors is equal, entry without a membership system, as a forum for social interaction, easy access, marker facilities in the park make it easy for visitors to access, safe and comfortable, accepting anyone, recreative fun and comfortable. The design guidelines in this study can be used by local governments to optimize the function of public parks that have the same problems. 

Key words : Third Place, Third Space, Public Space, City Park

Abstrak

Penelitian ini bertujuan merekomendasikan arahan desain perancangan optimalisasi kawasan Taman Suwawa menggunakan pendekatan konsep third place dengan metode penelitian kualitatif dekriptif. Rendahnya minat menggunakan ruang publik karena ruang tersebut tidak menarik pengunjung dan fasilitas yang tidak mampu mewadahi kegiatan sosial masyarakat. Hasil penelitian terhadap Taman Suwawa menunjukkan bahwa fasilitas yang ada saat ini tidak mampu mewadahi aktivitas sosial masyarakat sehingga pemanfaatannya oleh masyarakat sangat kurang, selain itu keberadaan pedagang kaki lima di area depan taman membawa dampak negatif. Dalam panduan desain perancangan Taman Suwawa menggunakan delapan prinsip yang berasal dari konsep third place; status semua pengunjung adalah setara, masuk tanpa sistem keanggotaan, sebagai wadah interaksi sosial, akses yang mudah, fasilitas penanda pada taman memudahkan pengunjung untuk mengakses, aman dan nyaman, menerima siapa saja, bersifat rekreatif menyenangkan dan nyaman. Arahan desain dalam penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan fungsi taman publik yang memiliki permasalahan yang sama.

Kata Kunci: Third Place, Ruang Ketiga, Ruang Publik, Taman Kota

 

References

C. N. Octarino and A. Kristiadi, “Karakteristik Iklim Mikro Di Ruang Publik, Studi Kasus: Jalur Pedestrian Malioboro , Yogyakarta,” J. Arsit. GRID, vol. 1, no. 2, pp. 6–9, 2019.

R. MAKSUM, “Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Linier Di Kampung Taman Sari Yogyakarta,” Gorontalo J. Infrastruct. Sci. …, vol. IV, no. 2, pp. 76–82, 2021, [Online]. Available: https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjise/article/view/2152%0Ahttps://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjise/article/viewFile/2152/952

K. Martin, “Wadah Aktivitas Masyarakat Di Rawa Belong,” J. Sains, Teknol. Urban, Perancangan, Arsit., vol. 2, no. 1, p. 943, 2020, doi: 10.24912/stupa.v2i1.6896.

Elysia and R. Trisno, “PENERAPAN METODE KONTEKSTUAL DAN THIRD PLACE DALAM PERANCANGAN,” vol. 4, no. 2, pp. 675–686, 2022, doi: 10.24912/stupa.v4i2.21703.

A. Dwiyanto, “Kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau di permukiman perkotaan,” Teknik, vol. 30, no. 2, pp. 88–92, 2009.

R. U. Nday, “Analisis Hubungan Aktivitas Pedagang Kaki Lima Terhadap Kualitas Ruang Publik Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang,” Gewang, vol. 2, no. 2 Oktober 2020, pp. 63–70, 2020, [Online]. Available: https://ejurnal.undana.ac.id/gewang/article/view/2949

N. Suryani, “Menguji Keberhasilan Taman Kencana sebagai Ruang Publik Kota dengan Analisis Activity Support,” pp. E073–E080, 2017, doi: 10.32315/ti.6.e073.

R. Nida Nabila, T. Srimuda Pitana, and U. Mustaqimah, “Penerapan Genius Loci Pada Perancangan Pasar Seni sebagai Ruang Publik Kreatif di Surakarta,” Juli, vol. 4, no. 2, pp. 581–592, 2021, [Online]. Available: https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/index

J. C. U. Bachtiar, H. E. Kusuma, and Z. Gazalba, “Taman Restoratif: Kriteria Desain Taman untuk Mengurangi Tingkat Stress Pengunjung,” Sade J. Arsitektur, Planol. dan Tek. Sipil, vol. 1, no. 1, pp. 20–27, 2021, doi: 10.29303/sade.v1i1.7.

A. A. Pranata and Y. D. Purbadi, “Pemetaan Tema: Upaya Menemukan Peluang Baru Penelitian Pedagang Kaki Lima (PKL),” J. Arsit. Komposisi, vol. 13, no. 2, pp. 121–136, 2020, doi: https://doi.org/10.24002/jars.v13i2.3404.

Downloads

Published

2023-10-28

How to Cite

Maksum, R. D., Gobel, F. F., & Gufron, A. (2023). PENDEKATAN KONSEP THIRD PLACE PADA DESAIN RUANG PUBLIK TAMAN SUWAWA, GORONTALO. Jurnal PATRA, 5(2), 102–110. https://doi.org/10.35886/patra.v5i2.541