VARIASI POLA TATA RUANG DESA TRADISIONAL DI BALI PADA OBYEK STUDI DESA BAYUNG GEDE, BANGLI

Authors

  • Anak Agung Gde Djaja Bharuna Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
  • Ketut Muliawan Salain Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
  • Anak Agung Ngurah Aritama Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.35886/patra.v6i1.613

Keywords:

Desa di Bali, Arsitektur Tradisional Bali, Desa Pegunungan, Pola Tata Ruang dan Bangunan

Abstract

Desa-desa di Bali sebenarnya masih memiliki banyak varian kearifan lokal mengenai penataan lingkungan binaan bermukimnya, khususnya dalam perkembangan khasanah Arsitektur Tradisional Bali, Desa Bayung Gede tampaknya memiliki kekhususan yang membedakannya dengan pola tata ruang desa-desa tradisional  lainnya di Bali. Dalam perkembangannya, banyak terjadi akulturasi sosiokultural dan religi yang berimplikasi pada pola tata ruang permukiman dan bangunan rumah tinggalnya. Bahkan sampai pada perubahan radikal terutama pada pola tata bangunan permukimannya, semata demi tuntutan kekinian. Melalui pengamatan, studi literatur ditambah rujukan penelitian yang ada dan  pernah dilakukan, akan diurai mengenai pola tata lingkungan dan bangunan permukiman tradisional Desa Bayung Gede, adalah bertujuan selaku upaya inventarisasi  dan dokumentasi variasi pola-pola desa tradisional Bali. Kemudian akan diurai pula nilai-nilai kearifan setempat/lokal yang dianggap perlu untuk dilestarikan. Dari penelusuran tersebut didapat bahwasanya ada varian pola lingkungan permukiman tradisional di Bali yang berbeda dengan yang umumnya, baik secara konsepsual maupun wujud fisik. Serta dianggap perlu upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, sebagai bagian dari kegiatan pembentukan karakter/jati diri masyarakat dan lingkungan binaannya.

References

[1] Yulianasari, A. A. A. S. R., Wiriantari, F., Widiyani, D. M. S., & Wijaatmaja, A. B. M., "Tipologi dan konsep tata letak sanggah pada karang umah di desa adat bayung gede,"Jurnal Arsitektur ZONASI 3(3). 2020.
[2] Vianthi, N. P. Y. L., & Putra, I. D. G. A. D., "Evaluation Of Architectural Components In Bayung Gede Village Settlement, Bali As A Tourism Of Special Interest," Jurnal Astonjadro 11(1). 2022.
[3] Bharuna S, A. A. G. D., Bupala, I. B. N., & Salain, K. M., "Filosofi Estetika Rumah Tradisional Desa Bayung Gede," Jurnal Space 6(1). 2019.
[4] Aritama, A. A. N., Laskara, G. W., & Satria, M. W., "Identification Of Green Architectural Characteristics Of Tenganan Pegringsingan Village, Karangasem, Bali," Jurnal Astonjadro 11(2). 2022.
[5] Gelebet, I. N., Arsitektur Tradisional Bali, Denpasar: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Denpasar, Bali, 1986.
[6] Manik, I. W. Y. “Transformasi Tipo-Morfologi Hunian Tradisional di Desa Bayung Gede, Bali”. Paper presented at the Seminar Regional Jelajah Aristektur Merangkai Mozaik Arsitektur Tradisional, Meretas Kearifan Lokal, Bandung, 2008.
[7] Sutriyanti, N. K., "Karakteristik Keluarga Hindu Di Desa Bayung Gede Provinsi Bali," Jurnal Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya. 2019.
[8] Meganada, I. W. “Morfologi Grid Paterrn Pada Desa di Bali.”Master Program, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1990.
[9] Budiarjo, E., Architectural Conservation in Bali, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press BAE, 1986.
[10] Widiastuti, Paturusi, S. A., Dwijendra, N. K. A., & Laskara, G. W. “Perubahan Arsitektur Tradisional Hunian Desa Bayung Gede, Bangli.”. Paper presented at the Proceeding “National Seminar of Arsitektur dan Tata Ruang (SAMARTA)”, Denpasar, 2017.
[11] Soekanto, S., Sosiologi: Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali Press, 1982.
[12] Soelaeman, M.M., Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial, Bandung: Refika Aditama, 1986.

Downloads

Published

2024-05-25

How to Cite

Djaja Bharuna, A. A. G., Salain, K. M., & Aritama, A. A. N. (2024). VARIASI POLA TATA RUANG DESA TRADISIONAL DI BALI PADA OBYEK STUDI DESA BAYUNG GEDE, BANGLI. Jurnal PATRA, 6(1), 1–5. https://doi.org/10.35886/patra.v6i1.613