KOMODIFIKASI NILAI KEARIFAN LOKAL PURA ULUWATU SEBAGAI OBYEK WISATA RELIGI DI BALI

Authors

  • Nyoman Ratih Prajnyani Salain Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
  • Ni Made Mitha Mahastuti Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
  • Made Wina Satria Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Keywords:

Komodifikasi, Kearifan Lokal, Pura Uluwatu, Obyek Wisata Religi

Abstract

 

Bali is an island of a thousand temples that has undergone many transformations due to the development of the tourism sector. The natural beauty and elegance as well as the unique culture that it has attracts tourists to come to visit. Uluwatu Temple, located in Pecatu Village, South Kuta District, Badung Regency, is one of the rich cultural heritages whose sustainability is considered important for the surrounding community in particular and the people of Bali Province in general. As one of the Sad Kahyangan temples located in the southwest direction of Bali Island, Uluwatu Temple is rich in intangible and tangible heritage values. This is then utilized and transformed into a commodity for Uluwatu Temple and the community in the surrounding area. The problems that will be raised in this research are: (1) The process of commodification of local wisdom values ​​at Uluwatu Temple in terms of Commodification Theory by Vincent Mosco and (2) Strategy for developing Uluwatu Temple as a cultural heritage as well as a religious tourism object

The use of descriptive qualitative methods with a phenomenological approach was considered the most appropriate for completing this research. The author hopes that the academic community, architectural observers, cultural observers and the general public can understand the commodification of local wisdom values ​​at Uluwatu Temple and know the strategy for developing Uluwatu Temple as a cultural heritage as well as a religious tourism object so that it is sustainable for the next generation.

 

Key words: Commodification, Local Wisdom, Uluwatu Temple, Religious Tourism Objects

 

 

Bali merupakan pulau seribu pura yang mengalami transformasi berkali-kali akibat berkembangnya sektor pariwisata. Keindahan dan keelokan alam serta keunikan budaya yang dimiliki menjadi minat para wisatawan untuk datang berkunjung. Pura Uluwatu berlokasi di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung adalah salah satu kekayaan warisan budaya yang keberlanjutannya dinilai penting bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat Provinsi Bali pada umumnya. Sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan yang bertempat pada arah Barat Daya Pulau Bali, Pura Uluwatu kaya akan nilai intangible dan tangible heritage. Hal tersebut yang kemudian dimanfaatkan dan ditransformasikan menjadi komoditas bagi Pura Uluwatu dan masyarakat di lingkungan sekitar. Permasalahan yang akan diangkat pada penelitian ini adalah : (1) Proses komodifikasi  nilai kearifan lokal pada Pura Uluwatu ditinjau dari Teori Komodifikasi oleh Vincent Mosco dan (2) Strategi pengembangan Pura Uluwatu sebagai warisan budaya sekaligus obyek wisata religi. Penggunaan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dinilai paling sesuai untuk menyelesaikan penelitian ini. Penulis berharap agar civitas akademika, pengamat arsitektur, pengamat budaya dan masyarakat umum dapat memahami komodifikasi nilai kearifan lokal pada Pura Uluwatu dan mengetahui strategi pengembangan Pura Uluwatu sebagai warisan budaya sekaligus obyek wisata religi agar berkelanjutan untuk generasi berikutnya.

Kata Kunci: Komodifikasi, Kearifan Lokal, Pura Uluwatu, Obyek Wisata Religi

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA

[1] A D. Karmadi. “Budaya Lokal sebagai Warisan Budaya dan Upaya Pelestariannya”. Makalah disampaikan pada Acara Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah, diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta & Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. 8-9 Mei 2007.
[2] A. Fuadi. Keragaman Dalam Dinamika Sosial Budaya Kompetensi Sosial Kultural Perekat Bangsa., Yogyakarta: Deepublish, 2020.
[3] A M Irianto, “Komodifikasi Budaya di Era Ekonomi Global terhadap Kearifan Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah”. Artikel Jurnal Theologia, Vol.27, No 1. 2016.
[4] A S. Arselan. Kontestasi Identitas Budaya Islam di Bali Pasca Reformasi., Tesis, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2008.
[5] Charter for the Conservation of Places of Cultural Heritage Value, National Committee of The International Council on Monuments and Sites, New Zealand, 1992.
I W. Ardika, dkk. Sejarah Bali, dari Pra Sejarah Hingga Modern., Denpasar: Udayana University Press, 2013.
[6] C R. Mcgimsey & H A. Davis, The Management of Archeological Resources; The Airlie House Report., America: The Society for American Archaeology, 1977.
[7] D. Gusnadi, “Komodifikasi Seni Tradisional Sunda sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Kota Bandung”. Jurnal, Akrab Juara, Vol. 4, No. 3, 2019.
[8] D M S. Widiyani, “Eko-Arsitektur pada Permukiman Tradisional di Desa Adat Bugbug, Karangasem”. Artikel Jurnal. Denpasar: Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra, 2012.
[9] D. Septiana., dkk, “Pura Uluwatu: Dari Pura Menjadi Objek Wisata”. Seminar Karya dan Pameran Mahasiswa Arsitektur Indonesia., Multikulturalisme Arsitektur di Indonesia., Universitas Islam Indonesia (UII).
[10] F. Whitney, The Element Of Research., New York: Prentice-Hall Inc., 1960.
[11] I N. Gelebet. Pokok-Pokok Pengarahan Arsitektur Tradisional Bali dalam Rangka Pengembangan Kepariwisataan. Bali: Dinas Kepariwisataan DT. TK, 1978, 1-11
[12] I N. Gelebet. Arsitektur Tradisional Daerah Bali. Bali: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah. 1982, 108-236.
[13] I N. Lanus, dkk., Identifikasi Arsitektur Rumah Tinggal di Desa Pakraman Bugbug, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Laporan Penelitian. Denpasar: Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2015.
[14] I N. Wardi, “Pengelolaan Warisan Budaya Berwawasan Lingkungan: Studi Kasus Pengelolaan Living Monument di Bali”. Jurnal Bumi Lestari, Vol.8 No.2 Hal 193-204. 2008.
[15] I W A. Werdistira, “Sejarah Perjalanan Danghyang Nirarta serta Objek Wisata Rekigius di Pura Uluwatu”. Jurnal, Cultoure, Vol.1, No.1, 2020.
[16] Koentjaraningrat. (2002). Pengantar Ilmu Antropologi., Jakarta: Rineka Cipta, 2002 179-190.
[17] L J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi., Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011.
[18] M B A. Pradnyana, Faktor Pembentuk Pola Ruang Permukiman Tradisional Bali Aga Pada Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali., Tesis. Universitas Brawijaya, Malang, 2018.
[19] M. Nazir, Metode Penelitian., Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.
[20] N L P C. Yastari, “Pura Uluwatu Di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali (Studi Tentang Perkembangan Pura Sebagai Destinasi Pariwisata serta Kontribusinya Bagi Pendidikan Sejarah)”. Artikel. Singaraja: Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha, 2013.
[21] N S. Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan., Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007
[22] P J. Palguna., dkk, Permukiman Bali Aga Studi Kasus Desa Bugbug, Karangasem., Tugas Pengantar Permukiman, Denpasar: Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2018
[23] P N. Hidayati, Komodifikasi Budaya pada Wisata Religi “Ngalap Berkah” di Kawasan Gunung Kemukus, Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2023.
[24] P M. Tricad., World Heritage Cultural Landscapes: A Handbook for Conservation and Management., UNESCO, Netherlands, 2009.
[25] Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2005.
[26] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D., Bandung: Alfabeta, 2008
[27] T A. Prajnawrdhi., dkk, “Keunikan Bentuk Ragam Hias Pada Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng”. Prosiding, Seminar Nasional Arsitektur dan Tata Ruang (SAMARTA), Bali. 2017, ISBN 978-602-294-240-5.
[28] Undang-Undang Republik Indonesia tentang Cagar Budaya, Nomor 11 Tahun 2010.
[29] Wagiran, “Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana”. Jurnal, Pendidikan Karakter, tahun II, No.3, tahun 2012.
[30] ‘---------‘. Heritage Management Course Unit Handbook. School of Environment and Development: Sheffield Hallam University.

Downloads

Published

2024-05-25

How to Cite

Salain, N. R. P., Mahastuti, N. M. M., & Satria, M. W. (2024). KOMODIFIKASI NILAI KEARIFAN LOKAL PURA ULUWATU SEBAGAI OBYEK WISATA RELIGI DI BALI. Jurnal PATRA, 6(1), 24–33. Retrieved from https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/patra/article/view/725