INFLUENCER SEBAGAI ALAT PEMASARAN PRODUK FESYEN

Studi Kasus: Zalora Indonesia

Authors

  • Susi Hartanto Pelita Harapan University

DOI:

https://doi.org/10.35886/damoda.v2i1.112

Keywords:

influencer, zalora, endorsement, brand

Abstract

This articles applies descriptive analysis method from internal Zalora Indonesia data, literature studies, and studies on influencers and brands. Case studies in this article are collaboration between Zalora and well-established brands (local and international) which are more solid in terms of capital. Influencer selection for both regular endorsement and trip package are categorized based on influencer’s character (personality) as well as their number of followers. Multiple characters are chosen for brands to reach the right audience. Influencer type per campaign are divided equally from mega to micro influencers, to allow more budget-friendly campaign. Mega influencer is limited to 1 person. Regular endorsement can only be sponsored by 1 brand. But many brands collaborated to sponsor a single trip campaign. Zalora prioritizes women influencers, as major sales come from women category.

Key words : influencer, Zalora, endorsement, brand

 

Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Zalora Indonesia, studi literatur, dan studi mandiri terhadap influencer dan brand. Studi kasus artikel ini adalah kerjasama Zalora dengan brand ternama (lokal dan internasional) yang sudah atau lebih mapan dari segi modal. Seleksi influencer baik untuk endorsement biasa ataupun untuk kampanye perjalanan dibagi berdasarkan karakter influencer dan jenis influencer (berdasarkan jumlah pengikut). Berbagai karakter dipilih agar cocok bagi brand dan agar dapat menjangkau audience yang tepat. Jenis influencer per kampanye juga dibagi rata mulai dari mega hingga micro influencer agar lebih bersahabat dari sisi biaya. Biasanya mega influencer hanya akan dibatasi cukup 1 orang. Jumlah brand yang menjadi sponsor juga biasanya hanya satu jika tipe endorsement biasa. Namun jumlah brand dimaksimalkan banyak jika tipe kampanye adalah kampanye perjalanan. Zalora juga lebih mengedepankan influencer wanita, berhubung sebagian besar penjualan Zalora berasal dari kategori produk wanita.  

Kata kunci: influencer, Zalora, endorsement, brand

 

Downloads

Published

2020-10-28

How to Cite

Hartanto, S. (2020). INFLUENCER SEBAGAI ALAT PEMASARAN PRODUK FESYEN: Studi Kasus: Zalora Indonesia. Jurnal Da Moda, 2(1), 23–29. https://doi.org/10.35886/damoda.v2i1.112