PENDAMPINGAN PEMBUATAN MASTERPLAN DAN REVITALISASI PURA KAHYANGAN JAGAT LUHUR BATU LUMBUNG, DESA PAKRAMAN SOKA, KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN

  • I Kadek Prana jaya lecture
Keywords: Pendampingan, masterplan, revitatalisasi, dan Pura Batu Lumbung

Abstract

Pura yang diduga sebagai bangunan cagar budaya wajib dilestarikan karena memiliki signifikansi budaya dari masa lalu dan memiliki bukti perjalanan sejarah dan kebudayaan suatu bangsa. Upaya pelestarian tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan revitalisasi  untuk mengembalikan vitalitas dan daya tarik suatu kawasan dan lingkungan sekitarnya. Begitupula dengan Pura Luhur Siwi, Batu Lumbung yang berlokasi di Desa Adat Soka, Senganan, Penebel Kabupaten Tabanan merupakan salah satu pura peninggalan kerajaan Tabanan yang berusia ratusan tahun yang lalu. Pura ini wajib dilakukan penataaan melalui kegiatan revitalisasi untuk pengembangan dan peningkatan kualitas lingkungan pura dengan menata pelinggih-pelinggih serta bangunan-bangunan pelengkap lainnya beserta infratruktur lainnya agar tertata lebih baik lagi. Metode pendampingan pembuatan masterplan dan revitalisasi dilakukan oleh tim pengabdian profesi  Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Bali melalui tahapan perencanaan hingga pengawasan berkala. Hasil pendampingan pembuatan masterplan dan revitalisasi ditulis dengan metode deskritif-kualitatif dengan memberikan usulan desain masterplan berupa  gambar perencanaan dan rencana anggaran biaya (RAB) pura sehingga dapat dijadikan rujukan untuk penataan dan pengembangan pura kedepannya.

 

References

Geriya, W. (2004). Konsep Dasar, Dimensi Filosofi dan Strategi Konservasi. Kumpulan Materi Program Inovatif TOT (Training of Trainer) Konservasi Warisan Budaya Bali Dalam Pemberdayaan Lembaga Pelestarian Warisan Budaya Bali (Bali Heritage Trust). Konsep Dasar, Dimensi Filosofi dan Strategi Konservasi. Kumpulan Materi Program Inovatif TOT (Training of Trainer) Konservasi Warisan Budaya Bali Dalam Pemberdayaan Lembaga Pelestarian Warisan Budaya Bali (Bali Heritage Trust).
Mahastuti, N. M. M. (2011). Konservasi Pura Maospahit Denpasar Menuju Pelestarian Pusaka Budaya Identifikasi Signifikansi dan Aplikasinya. Universitas Udayana.
Pradnyaswari, R. (2019). Strategi Konservasi Guna Mempertahankan Identitas Arsitektur Pura Situs di Desa Sibang (Pengurangan Resiko Sosial, Ekonomi, dan Arsitektural). Jurnal Arsitektur Zonasi, 2(1), 68–74.
Pranajaya, I. K. (2019). Pendampingan Restorasi Penyengker Dan Bale Kulkul Pura Desa Dan Puseh Desa Pekraman Guwang Kecamatan Sukawati Gianyar. Jurnal Lentera Widya, 1(1), 21–29.
Pranajaya, I. K. (2021). The Domination of Cultural and Symbolic Capital in the Preservation of Temple Heritage Architecture through a Restoration Approach in Bali, Indonesia. Civil Engineering and Architecture, 9(6). https://doi.org/10.13189/cea.2021.090608
Pranajaya, I. K., Pertiwi, P. R., & Winarya Prabawa, I. W. S. (2023). Sakralisasi Ruang Dan Nilai Tradisi Meburu Di Desa Adat Panjer. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(2), 218–234. https://doi.org/10.37329/jpah.v7i2.2201
Suardana, I. N. G. (2011). Figur-Figur Arsitektur Bali. Your Inspiration*Inc.
Sukawati, T. (2019). Taksu dibalik Pariwisata Bali. PT. Percetakan Bali.
Published
2023-11-27
How to Cite
jaya, I. K. (2023). PENDAMPINGAN PEMBUATAN MASTERPLAN DAN REVITALISASI PURA KAHYANGAN JAGAT LUHUR BATU LUMBUNG, DESA PAKRAMAN SOKA, KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN. Jurnal Lentera Widya, 5(1), 1-10. https://doi.org/10.35886/lenterawidya.v5i1.668