PERANCANGAN INTERIOR MOESLIM CULTURE ARTSPACE DI KOTA DENPASAR

  • Cindy Paramitha Sugianto institut desain dan bisnis bali
  • A.A Gde Tugus Hadi Iswara Institut Desain & Bisnis Bali
  • I Kadek Pranajaya Institut Desain & Bisnis Bali
Keywords: kebudayaan, moeslim, perancangan, pusat seni

Abstract

Islamophobia is a disease of excessive fear of Islam, due to excessive
trauma, such as the impact of the Bali I bombing and Bali II bombing
carried out by terrorists who use the name Islam. Islamophobia in Bali has
not been resolved properly, due to the lack of approach between Muslim
and non-Muslim communities in Bali regarding Muslim culture and the
unavailability of commercial buildings based on cultural heritage regarding
Islamic culture. Therefore, we need a place or facility that can
accommodate the needs of the Muslim community who want to take an
approach such as an artspace that raises the history of the early entry of
Islam in Bali, the development of Islamic culture in Bali after the
occurrence of alkuturation, and provides new insights that were not
previously known by the community. non-Muslims. Where in this paper
will focus on interior design artspace in the city of Denpasar, entitled
Designing the Moeslim Culture Artspace in Denpasar City.

keywords: artspace, culture, design, moeslim

Islamophobia merupakan sebuah penyakit ketakutan berlebih terhadap
islam, akibat trauma yang berlebih, seperti dampak dari bom bali i dan bom
bali ii yang dilakukan oleh teroris yang mengatas namakan islam.
Islamophobia di bali belum dapat teratasi dengan baik, karena minimnya
pendekatan antara masyarakat muslim dan non-muslim di bali mengenai
kebudayaan umat muslim serta, belum tersedianya bangunan komersil
yang berbasis cagar budaya mengenai kebudayaan islam. Oleh karena itu
diperlukan sebuah tempat atau fasilitas yang dapat mewadahi kebutuhan
masyarakat muslim yang ingin melakukan suatu pendekatan seperti
artspace yang mengangkat sejarah awal masuknya islam di bali,
perkembangan kebudayaan islam di bali setelah terjadinya alkuturasi, serta
memberikan wawasan baru yang sebelumnya belum di ketahui oleh
masyarakat non-muslim. Dimana dalam penulisan ini akan berfokus pada perancangan interior ruang karya di kota denpasar, yang berjudul
Perancangan Pusat Seni Kebudayaan Islam Di Kota Denpasar. 

kata kunci : kebudayaan, muslim, perancangan, pusat seni.

Published
2020-10-28
How to Cite
Sugianto, C. P., Iswara, A. G. T. H., & Pranajaya, I. K. (2020). PERANCANGAN INTERIOR MOESLIM CULTURE ARTSPACE DI KOTA DENPASAR. Jurnal Patra, 2(2), 52-57. https://doi.org/10.35886/patra.v2i2.124

Most read articles by the same author(s)